Digitalisasi telah menjadi faktor kunci dalam perkembangan sektor makanan dan minuman (Food and Beverage/F&B) di Indonesia dalam beberapa tahun terakhir. Perkembangan teknologi digital yang semakin pesat, ditambah dengan perubahan perilaku konsumen yang semakin bergantung pada internet dan perangkat mobile, mendorong pelaku usaha F&B untuk beradaptasi dengan cara-cara baru dalam menjalankan bisnis. Konsumen tidak lagi hanya mempertimbangkan rasa dan harga produk, tetapi juga kemudahan akses, kecepatan layanan, serta pengalaman digital yang menyertainya. Kondisi ini menjadikan digitalisasi bukan sekadar tren sementara, melainkan kebutuhan strategis bagi keberlanjutan bisnis F&B.
Pada periode 2024-2025, sektor F&B di Indonesia menunjukkan pertumbuhan yang signifikan seiring meningkatnya aktivitas konsumsi berbasis digital. Peningkatan penggunaan media sosial, layanan pesan antar, serta sistem pembayaran digital mempercepat transformasi cara konsumen berinteraksi dengan produk makanan dan minuman. Digitalisasi memungkinkan pelaku usaha F&B menjangkau konsumen secara lebih luas tanpa terbatas oleh lokasi fisik, sekaligus meningkatkan efisiensi operasional. Oleh karena itu, memahami tren digitalisasi yang dominan menjadi hal penting bagi pelaku usaha untuk dapat bertahan dan bersaing di tengah dinamika pasar yang semakin kompetitif.
Salah satu tren digitalisasi paling dominan di sektor F&B adalah pemanfaatan media sosial sebagai sarana utama pemasaran dan komunikasi dengan konsumen. Platform seperti Instagram, TikTok, dan YouTube telah menjadi ruang strategis bagi pelaku usaha F&B untuk membangun identitas merek, memperkenalkan produk, serta menciptakan kedekatan emosional dengan pelanggan. Konten visual yang menarik, seperti foto produk, video proses pembuatan, hingga ulasan konsumen, terbukti efektif dalam memengaruhi persepsi dan keputusan pembelian. Di sektor F&B, media sosial juga berperan besar dalam menciptakan tren konsumsi, di mana sebuah menu atau merek dapat dengan cepat menjadi viral dan meningkatkan permintaan dalam waktu singkat.
Lebih dari sekadar alat promosi, media sosial berfungsi sebagai media interaksi dua arah antara merek dan konsumen. Konsumen dapat memberikan umpan balik secara langsung melalui komentar, pesan, atau ulasan, sementara pelaku usaha dapat merespons dengan cepat untuk membangun kepercayaan dan loyalitas. Dalam jangka panjang, kehadiran aktif di media sosial memungkinkan bisnis F&B memahami preferensi konsumen secara lebih mendalam. Dalam tiga tahun ke depan, peran media sosial diperkirakan akan semakin krusial karena konsumen semakin mengandalkan rekomendasi digital, ulasan online, dan konten autentik sebelum melakukan pembelian.
Tren kedua yang sangat berpengaruh dalam digitalisasi sektor F&B adalah integrasi platform layanan pesan antar dan ekosistem digital. Aplikasi seperti GoFood, GrabFood, dan ShopeeFood telah mengubah pola konsumsi masyarakat, di mana konsumen dapat memesan makanan dan minuman kapan saja tanpa harus datang langsung ke gerai. Kehadiran platform ini memberikan peluang besar bagi pelaku usaha F&B, terutama UMKM, untuk memperluas jangkauan pasar tanpa memerlukan investasi besar dalam pembukaan cabang fisik. Digitalisasi distribusi ini menjadi solusi efektif di tengah perubahan gaya hidup masyarakat yang semakin mengutamakan kepraktisan.
Selain memperluas akses pasar, platform layanan pesan antar juga menyediakan data transaksi yang bernilai strategis. Data tersebut mencakup frekuensi pembelian, menu favorit, waktu pemesanan, hingga respons konsumen terhadap promosi tertentu. Dalam jangka panjang, kemampuan mengolah dan memanfaatkan data ini akan menjadi faktor pembeda dalam persaingan industri F&B. Pelaku usaha yang mampu menggunakan data secara optimal dapat menyusun strategi pemasaran yang lebih tepat sasaran, mengembangkan menu sesuai preferensi konsumen, serta meningkatkan efisiensi operasional. Sebaliknya, pelaku usaha yang tidak memanfaatkan ekosistem digital secara maksimal berisiko kehilangan daya saing.
Tren ketiga yang semakin berkembang adalah digitalisasi operasional dan penggunaan sistem manajemen berbasis data dalam bisnis F&B. Banyak pelaku usaha mulai mengadopsi teknologi seperti sistem kasir digital (Point of Sales), manajemen inventaris otomatis, serta perangkat lunak berbasis cloud untuk mengelola keuangan dan rantai pasok. Digitalisasi operasional ini membantu mengurangi kesalahan pencatatan, meningkatkan akurasi data, serta mempercepat proses pengambilan keputusan. Selain itu, sistem digital memungkinkan pemantauan kinerja bisnis secara real-time, sehingga pelaku usaha dapat segera menyesuaikan strategi ketika terjadi perubahan kondisi pasar.
Dalam konteks persaingan jangka panjang, digitalisasi operasional memberikan keunggulan kompetitif yang signifikan. Bisnis F&B yang telah mengadopsi sistem digital cenderung lebih efisien dalam mengelola biaya, menjaga konsistensi kualitas produk, serta memberikan layanan yang lebih cepat kepada konsumen. Dalam tiga tahun ke depan, pelaku usaha F&B yang tidak melakukan digitalisasi operasional berpotensi tertinggal karena tidak mampu memenuhi standar efisiensi dan kecepatan layanan yang semakin diharapkan oleh konsumen.
Ketiga tren digitalisasi tersebut secara kolektif diperkirakan akan mengubah lanskap persaingan sektor F&B di Indonesia. Persaingan tidak lagi hanya ditentukan oleh rasa dan harga produk, tetapi juga oleh kemampuan bisnis dalam memanfaatkan teknologi digital untuk menjangkau konsumen, mengelola operasional, dan membangun hubungan jangka panjang dengan pelanggan. Digitalisasi akan mempercepat munculnya pemain-pemain baru yang adaptif terhadap teknologi, sekaligus meningkatkan tekanan kompetitif bagi pelaku usaha yang masih mengandalkan cara konvensional. Oleh karena itu, pemahaman terhadap tren digitalisasi menjadi kunci bagi keberlanjutan dan pertumbuhan bisnis F&B di masa depan.
Kopi Kenangan merupakan salah satu contoh keberhasilan transformasi digital di sektor F&B Indonesia. Perusahaan ini didirikan pada tahun 2017 sebagai merek kopi lokal dengan konsep grab-and-go yang menyasar konsumen urban, khususnya generasi muda. Dalam waktu relatif singkat, Kopi Kenangan mampu berkembang pesat dan bersaing dengan merek kopi internasional. Namun, sebelum mencapai pertumbuhan tersebut, Kopi Kenangan menghadapi berbagai tantangan, seperti persaingan yang ketat di industri kopi, kebutuhan ekspansi gerai yang cepat, serta kompleksitas pengelolaan operasional secara manual di banyak lokasi.
Pada tahap awal, tantangan utama Kopi Kenangan terletak pada bagaimana menjaga konsistensi kualitas produk dan layanan di tengah ekspansi bisnis yang agresif. Tanpa dukungan sistem digital yang terintegrasi, pengelolaan inventaris, keuangan, dan rantai pasok berisiko menjadi tidak efisien. Selain itu, perubahan perilaku konsumen yang semakin mengandalkan layanan digital menuntut Kopi Kenangan untuk menyediakan pengalaman pelanggan yang cepat, praktis, dan terintegrasi dengan teknologi. Kondisi ini mendorong perusahaan untuk menjadikan transformasi digital sebagai strategi inti dalam pengembangan bisnis.
Strategi transformasi digital Kopi Kenangan difokuskan pada dua pilar utama, yaitu peningkatan pengalaman pelanggan dan efisiensi proses bisnis. Dari sisi pengalaman pelanggan, Kopi Kenangan mengembangkan aplikasi mobile yang memungkinkan konsumen melakukan pemesanan, pembayaran digital, serta mengakses program loyalitas. Kehadiran aplikasi ini memberikan kemudahan bagi konsumen untuk memesan tanpa harus mengantre, sekaligus menciptakan pengalaman yang lebih personal melalui penawaran dan promosi berbasis data. Strategi ini sejalan dengan tren konsumen urban yang mengutamakan kecepatan dan kenyamanan dalam bertransaksi.
Selain aplikasi mobile, Kopi Kenangan juga memanfaatkan media sosial sebagai bagian dari strategi transformasi digital. Perusahaan secara aktif menggunakan platform seperti Instagram dan TikTok untuk membangun komunikasi sebagai media promosi dengan konsumen, memperkuat citra merek, serta menciptakan keterlibatan melalui konten yang relevan dengan gaya hidup generasi muda. Pendekatan ini membantu Kopi Kenangan membangun kedekatan emosional dengan pelanggan dan meningkatkan loyalitas merek di tengah persaingan industri kopi yang sangat dinamis.
Dari sisi operasional, Kopi Kenangan mengadopsi teknologi digital untuk meningkatkan efisiensi dan kontrol bisnis. Perusahaan bekerja sama dengan penyedia teknologi global dalam mengimplementasikan sistem Enterprise Resource Planning (ERP) berbasis cloud. Sistem ini memungkinkan integrasi data inventaris, rantai pasok, dan keuangan secara real-time di seluruh gerai. Dengan digitalisasi operasional tersebut, Kopi Kenangan dapat memantau ketersediaan bahan baku, mengelola distribusi, serta memastikan konsistensi kualitas produk di berbagai lokasi. Hal ini menjadi faktor penting dalam mendukung ekspansi bisnis yang cepat dan terstruktur.
Implementasi teknologi digital juga berdampak pada kemampuan Kopi Kenangan dalam pengambilan keputusan berbasis data. Data transaksi yang diperoleh dari aplikasi, sistem kasir digital, dan platform pesan antar digunakan untuk menganalisis pola pembelian konsumen, preferensi menu, serta efektivitas promosi. Pemanfaatan data ini memungkinkan perusahaan untuk menyesuaikan strategi pemasaran dan pengembangan produk secara lebih akurat. Dengan demikian, transformasi digital tidak hanya berfungsi sebagai alat operasional, tetapi juga sebagai dasar dalam perumusan strategi bisnis jangka panjang.
Hasil dari transformasi digital Kopi Kenangan terlihat dari pertumbuhan bisnis yang signifikan. Perusahaan berhasil memperluas jaringan gerai di berbagai kota besar di Indonesia serta memperkuat posisinya sebagai salah satu merek kopi lokal terkemuka. Digitalisasi membantu meningkatkan efisiensi operasional, mempercepat layanan, serta memperkuat loyalitas pelanggan melalui pengalaman digital yang konsisten. Keberhasilan ini menunjukkan bahwa integrasi teknologi digital yang tepat dapat menjadi pendorong utama pertumbuhan bisnis F&B di era digital.
Dari studi kasus Kopi Kenangan, terdapat sejumlah pelajaran penting yang dapat dijadikan acuan oleh pelaku usaha kecil dan menengah di sektor F&B dalam menghadapi era digital. Pertama, transformasi digital perlu dilakukan secara menyeluruh dan terintegrasi, tidak hanya berfokus pada aspek pemasaran, tetapi juga mencakup operasional internal seperti pengelolaan inventaris, keuangan, dan rantai pasok. Digitalisasi operasional memungkinkan pelaku usaha meningkatkan efisiensi, menjaga konsistensi kualitas produk, serta mengurangi risiko kesalahan akibat pencatatan manual. Hal ini menjadi krusial bagi UMKM yang ingin berkembang secara berkelanjutan di tengah persaingan yang semakin ketat.
Kedua, pemanfaatan data pelanggan merupakan aset strategis yang memiliki peran penting dalam membangun loyalitas dan keunggulan kompetitif. Melalui data transaksi dan perilaku konsumen, pelaku usaha dapat memahami preferensi pelanggan, menyesuaikan penawaran produk, serta merancang strategi pemasaran yang lebih tepat sasaran. Pendekatan berbasis data ini membantu bisnis F&B menciptakan pengalaman pelanggan yang lebih personal dan relevan.
Ketiga, transformasi digital harus selaras dengan visi dan strategi bisnis jangka panjang. Penggunaan teknologi yang tidak terarah berisiko menjadi beban biaya tanpa memberikan nilai tambah yang signifikan. Oleh karena itu, pelaku usaha perlu memastikan bahwa setiap inisiatif digital mendukung tujuan bisnis secara keseluruhan. Pelajaran-pelajaran tersebut menunjukkan bahwa digitalisasi bukan sekadar tren, melainkan fondasi penting bagi keberlanjutan dan pertumbuhan usaha F&B di era digital.
Daftar Pustaka
Albansyah, R., & Aulia, S. (2025). Analisis strategi digital marketing Kopi Kenangan melalui media sosial Instagram. Jurnal Kiwari, Universitas Tarumanagara.
Google, Temasek, & Bain & Company. (2024). e-Conomy SEA Report.
IBM Newsroom ASEAN. (2023). Kopi Kenangan drives grab-and-go coffee experience with IBM and SAP.
Kompas. (2024). Penjualan daring menopang pertumbuhan bisnis kuliner Indonesia.
Larasati, D. A., et al. (2025). Strategi inovasi digital Kopi Kenangan dalam meningkatkan loyalitas konsumen. Jurnal Ekonomi dan Bisnis.
Tidak ada komentar:
Posting Komentar